Label

Tampilkan postingan dengan label Furnish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Furnish. Tampilkan semua postingan

TIDY UP ALIAS BEBERES YUK...!!!


Pekerjaan Rumah yang Tiada Habisnya dan Selalu Berulang

Berikut ini upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan rumah dengan cara yang semudah mungkin:

Bersihkan setiap hari atau sesering mungkin. Sembari lewat sembari bersihkan, yang terlihat dan terjangkau saja dulu, itu prinsipnya. Bagian lantai yang kotor segera sapu, segera pel, sambil mandi sambil menyikat sedikit lantai yang agak kotor, atau segera lap furniture yang berdebu, sambil lewat saja;

Pilih, tunda sementara, atau lewati pekerjaan. Pilih pekerjaan berdasarkan prioritas, jika pagi belum sempat mencuci, maka lakukan nanti siang atau malamnya. Jika menyetrika menurut anda tidak perlu dilakukan, maka lewati saja pekerjaan itu;

Kerjakan garis besarnya saja. Jika tidak punya banyak waktu, maka bersihkan bagian-bagian garis besarnya saja sehingga bisa selesai secepat mungkin;

Pasang target waktu, hasil, dan tujuan. Selesaikan dalam waktu satu jam atau dua jam, berurutan ruangannya, jika ingin bersih menyeluruh maka buat jadwal mingguan atau bulanan, pertimbangkan juga apakah ada acara khusus yang akan segera diselenggarakan di rumah, atau sekedar kunjungan tamu;

Simpan kembali barang yang sudah digunakan ke tempat semula. Ingin rumah terlihat tetap rapi? Kuncinya adalah konsisten, karena penyebab rumah berantakan adalah satu: menaruh barang tidak pada tempatnya;

Letakkan barang dengan lebih terjangkau, fungsional, dan mudah dibersihkan. Susun barang barang agar tidak sulit dicari, mudah digunakan, dan mudah saat ruangan akan dibersihkan;

Memajang hanya barang yang layak terlihat atau layak dipajang. Barang yang hakikatnya bukan pajangan ya tidak boleh terlihat, masukkan ke dalam box atau lemari penyimpanan;

Menyediakan dan menggunakan container atau storage berbagai ukuran. Box itu memberikan sentuhan magic, sayuran pada kulkas, mainan anak, dan barang-barang kecil lainnya bisa langsung rapi jika dimasukkan ke dalam box;

Kelompokkan barang-barang sesuai dengan kategori yang tepat. Buku dengan buku, kertas dengan kertas, alat tulis dengan alat tulis, dan seterusnya. Baju, tas, dan sepatu, semuanya ada tempatnya tersendiri;

Manfaatkan dinding, “kolong”, dan rak dengan maksimal. Munculkan ide kreatif dengan memanfaatkan dinding untuk menggantung sepeda, menyimpan buku, membuat loker bawah tangga, atau membuat vertical garden;

Taruh barang sesuai ruangannya. Tidak mungkin juga kan menaruh meja belajar di dapur??? Atau sebaliknya panci yang disimpan di kamar;

Gunakan ruangan sesuai fungsinya. Kamar fungsi utamanya adalah untuk tidur, jika mempunyai kamar ukuran kecil maka tidak perlu memaksakan ada meja kerja atau kulkas di dalamnya, kembalikan kepada fungsi utamanya;

Pilih furniture yang sesuai. Jika ruangan kecil maka jangan membeli furniture yang berukuran besar;

Pilih barang multifungsi. Belilah furniture dan peralatan dapur yang multifungsi;

“Keluarkan” barang yang sudah tidak dipakai. Buang, berikan, atau jual kembali barang yang tidak seharusnya ada di rumah atau yang sudah tidak dibutuhkan;

Hanya membeli barang yang diperlukan. Barang atau pajangan yang tidak digunakan atau tidak cocok hanya akan menjadi sampah yang menyempitkan ruangan;

Gunakan peralatan yang bisa lebih memudahkan. Beli barang-barang elektronik yang membantu, bila perlu beli yang terbaru atau yang tercanggih. Vacuum cleaner, blender, mesin pel, mesin cuci, panci atau wajan yang bagus, dll;

Komitmen dengan seluruh penghuni rumah agar menjaga kebersihan. Jika tidak membantu membersihkan rumah, setidaknya hargai dengan cara tidak mengotori apa yang sudah bersih;

Bagi tugas dengan sesuai. Semua anggota keluarga harus mempunyai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, misalnya anak pada kamarnya masing-masing, ayah pada kebun, halaman rumah, dan garasi, ibu pada rumah bagian dalam.

ISENG-ISENG ARSITEKTUR


Denah Rumah Buatan Seorang Amatir

Berikut ini coretan yang sayang jika dihapus begitu saja. Iseng dan amatiran. Semoga bermanfaat.


CUCI JEMUR SETRIKA IDAMAN SAYA


Urusan Pakaian yang Nggak Ada Matinya

Mengurusi masalah pakaian mulai dari mencuci, menjemur (kemudian melipat), hingga menyetrika, sunguhlah melelahkan. Rasanya sakit pinggang dan otot bagian lengan jadi nyeri, terlebih lagi bagi yang masih mencuci dengan menggunakan tenaga manusia. Masih belum terpikir untuk membeli mesin cuci, sejauh ini yang saya butuhkan hanya teknologi pengeringnya saja, tapi entahlah kalau suatu saat saya berubah pikiran.

Prioritas setiap orang berbeda ya, coba perhatikan, masing-masing keluarga di lingkungan saudara, tetangga, atau teman anda. Ada yang urusannya makanan, hobinya masak terus dan masak saja, ada juga yang hobinya beberes rumah saja, ada yang sangat mementingkan penampilan, begitu penting apa yang dipakai seperangkat badannya, itu saja yang jadi urusannya.

Ini nyata, saya ada saudara yang hobinya nyetrika, urusannya setiap hari hanya mandi – dandan - nyetrika bisa sehari tiga kali. Baju yang dia, anaknya, dan suaminya akan pakai harus mendadak disetrika dulu, padahal baju dari lemari itu sudah disetrika sebelumya, dan masih wangi pula.

Mengurusi pakaian tidak bisa dipersingkat atau dilewat tahapannya, tapi bisa diakali dan dipermudah dengan cara-cara licik yang ikhlas. Masa pakaian nggak dicuci? Sudah dicuci masa nggak dijemur? Sudah kering eh dia malah kusut. Harus putar otak ya, semua ini demi mengusahakan kemudahan tetapi dengan hasil yang semaksimal mungkin. Cara yang sepraktis mungkin tapi nggak jorok juga.

Idaman saya adalah bisa mencuci dengan bersih mudah, kering cepat, dan tidak menyetrika (ditambah wangi lah, dikit, hehehe), tidak muluk-muluk, hanya itu saja kok impian saya. Memang belum sepenuhnya terwujud, tapi rancangan impian saya itu akan saya coba wujudkan dengan cara saya, nggak usahlah beli mesin-mesin apa gitu yang aneh tapi mahal, belom lagi wattage yang besar, kalo mesin cuci sih masih masuk akal dan umum dipakai. Berikut ini saya ceritakan apa yang biasa saya lakukan dan pikirkan mengenai urusan pakaian serta apa yang saya impikan terkait dengan hal tersebut:

Pertama, pilih deterjen yang bagus dan rendam pakaiannya, ini penting sekali karena si deterjen adalah yang membantu kita menggantikan tugas ngucek, nyikat, banting-banting, menggilas-gilas, mukul-mukul, dan mlintir-mlintir pakaian, nggak kebayang kan rusak baju kita kalo masih harus melakukan itu. Coba pikirkan jaman dulu yang belum ada sabun, mencuci di sungai, betapa capeknya membersihkan baju. Bahkan kalo tidak direndam dulu dan langsung saja dikucek-kucek pakai sabun, rasanya kurang bersih dan habis tenaga saja. Saya memilih deterjen cair, jika sedang banyak cuciannya saya campurkan deterjen cair plus sabun colek dilarutkan dulu sampai rata. Kalaupun pakai deterjen bubuk harus dipastikan larut terlebih dahulu ya, air yang bersuhu dingin suka agak sulit melarutkan;

Ke dua, rendam pakaian sesuai dengan petunjuk yang tertera, jangan kurang ataupun berlebihan waktunya. Lakukan pekerjaan lain sambil menunggu rendaman. Sesekali tengok untuk putar posisi, aduk, dan kucek (kalau saya ,dinjak-injak supaya lebih bertenaga);

Ke tiga, jika sudah cukup waktunya, injak-injak pakaian untuk membantu deterjen bekerja melepaskan kotoran dan lemak-lemak keringat, tidak sampai lima menit juga cukup. Barulah kucek ringan cucian pada bagian-bagian yang kotor, terbukti pada proses ini bahwa memakai deterjen yang bagus memang sangat membantu dan meringankan beban di hati;

Ke empat, buang air rendaman kemudian masukkan air bilasan sambil terus diinjak-injak, lakukan berulang sampai baju benar-benar bersih yang ditandai dengan air yang bening (teknik injak-injak menurut saya tidak membuat lelah tapi lebih bersih hasilnya). Ingat ya, sisa deterjen atau sabun pada pakaian dapat menyebabkan kain rusak dan warna menjadi pudar;

Ke lima, yang terjadi selanjutnya dalam kenyataan memang masih biasa, yaitu dijemur di luar, angkat dan lipat, disetrika sambil disemprot pewangi. Namun pada tahapan ini saya mengimajinasikan bahwa saya membutuhkan terobosan untuk menjemur di dalam ruangan khusus agar saya tidak perlu lari-lari sambil teriak hujan, tidak perlu nitip teman kos untuk ngangkatin jemuran, tidak perlu merepotkan tetangga jika hujan tiba-tiba turun dan kita tidak sedang di rumah. Baju tidak cepat pudar warnanya karena terlalu lama dijemur terkena UV, tidak harus hilang terbang terbawa angin atau baju tertukar dengan milik orang lain, tidak kotor lagi saat jatuh ke tanah karena tertiup angin, atau permasalahan lainnya. Jika mencari di internet memang sudah ada lemari pengering pakaian, tapi saya lebih memilih imajinasi saya untuk diwujudkan. Perlu diingat bahwa menjemur pakaian basah di dalam rumah bisa berbahaya bagi paru-paru karena udara jadi lembab, jadi pastikan ruangannya terpasang kipas angin gantung, berventilasi baik, serta tertutup ke bagian ruangan di mana kita berada;

Ke enam, secara ilmiah air akan menguap dengan bantuan udara yang mengalir, dan suhu yang hangat akan sangat membantu penguapan air menjadi lebih cepat. Maka dibutuhkan angin yang hangat (bukan panas) untuk mengeringkan jemuran tersebut. AC atau kipas angin hangat bisa digunakan, tapi rata-rata wattage besar dan sangat bergantung kepada tenaga listrik, oleh karena itu saya pikir kompor gas (tungku infrared tunggal misalnya) akan sangat tepat digunakan. Dengan cara ini maka pengeringan pakaian dapat diprediksi waktunya dan tidak perlu mengandalkan matahari, bebas mencuci jam berapa saja. Cara ini juga efektif dan efisien bagi anda yang hanya sempat mencuci seminggu sekali (cucian jumlah banyak). Perilaku menunda mencuci ini ada dua syarat, yaitu harus punya banyak stok baju lainnya dan anda tidak boleh sakit, nanti bisa jadi PR besar;

Ke tujuh, menurut keterangan, pengering dari mesin cuci menghasilkan pakaian yang kusut. Permasalahannya adalah saya harus bisa “melewati” tahap menyetrika tapi pakaian harus rapi. Saya harus mengerti dahulu bagaimana cara kerja atau sifat serat kain, bagaimana ia bisa kusut dan bagaimana pula ia bisa rapi kembali. Saya teringat dengan cara kerja setrika uap dan berbekal pengalaman merendam pakaian dengan air panas dan cuka, terpikir oleh saya bahwa menguapi pakaian akan menenangkan serat kain (tidak lupa sambil disemprot dengan cairan pelembut atau pewangi). Jadi dengan menaruh ceret diatas kompor infrared akan menguapi (disaunakan, hehehe) seluruh pakaian pada ruangan kecil khusus jemur, dengan kata lain seluruh pakaian tersetrika pada proses pengeringan dengan posisi jemur yasng digantung rapi. Akan tetapi untuk jenis pakaian atau kebutuhan tertentu (misalnya membentuk garis pada celana panjang) setrika tetap bisa dipergunakan.

Besar harapan saya untuk mewujudkan inovasi sauna pakaian ala saya sendiri, segala teknologi dan kemudahan harus diciptakan dan dimanfaatkan demi kehidupan yang lebih baik. Anggap saja kita hidup di negara empat musim, ini adalah winternya. Betapa indahnya dunia jika inovasi saya dalam bidang penjemuran ini terwujud dan berhasil.